Wednesday, January 2, 2013

Tekanan Darah Tinggi Membuat Cepat Pikun

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor peningkatan risiko penyakit jantung. Tapi tahukah anda bahwa dua gangguan kardiovaskuler yang juga meningkatkan risiko kehilangan memori dini dan kognitif lain?
Kami menemukan bahwa risiko kardiovaskular pada usia pertengahan berkaitan dengan fungsi kognitif yang rendah," kata Sara Kaffashian, salah satu anggota tim peneliti dari INSERM, Institut Kesehatan Prancis dan Penelitian Medis di Paris, seperti dikutip dari Aol .
Simpulan penelitian yang akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan 'American Academy of Neurology' ke-63 di Honolulu, 9-16 April 2011 itu melibatkan 3.486 pria dan 1.314 wanita dengan usia rata-rata 55 tahun.
Tim peneliti meminta partisipan menjalani tiga tes kognitif selama periode 10 tahun. Tes mulai dari penalaran, kekuatan memori, hingga kelancaran kosakata. Ini kemudian dianalisis dengan kondisi kardiovaskular berdasar usia, jenis kelamin, kolesterol HDL, total kolesterol, tekanan darah sistolik, riwayat merokok, serta riwayat diabetes."Dari sudut pandang pencegahan, ini penting karena orang dapat meningkatkan kesehatan jantung mereka dalam rangka mencegah atau menunda penurunan kognitif atau demensia di kemudian hari," kata Kaffashian.Kaffashian mengatakan, penelitian itu dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengobati faktor risiko gangguan kardiovaskuler."Perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok dan rajin olahraga, sejak dini tidak hanya mencegah penyakit stroke dan jantung tapi mempertahankan fungsi kognitif," katanya. "Bukti klinis dan patologi menunjukkan, mengobati hipertensi mengurangi risiko demensia."Dengan mengamati kadar tekanan darah tinggi 579 partisipan sejak tahun 2009, peneliti dapat membagi partisipan ke dalam satu dari tiga kelompok yaitu pemilik tekanan darah normal, prehipertensif dan tekanan darah tinggi.
Lalu partisipan menjalani scan MRI dan ketika hasilnya dianalisis peneliti menemukan bahwa otak partisipan yang tekanan darahnya tinggi mengalami perubahan tak sehat di frontal lobe-nya, termasuk 9 persen gray matter (jaringan dalam otak yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan informasi) yang lebih kecil dibandingkan partisipan yang tekanan darahnya normal.
Dengan kata lain otak partisipan yang berusia 33 tahun tapi bertekanan darah tinggi terlihat serupa dengan otak partisipan berusia 40 tahun yang tekanan darahnya normal.
Yang membuat studi ini penting adalah tekanan darah tinggi merupakan pembunuh tersembunyi karena penderitanya takkan merasakan gejala apapun hingga mereka mengalami kejadian tertentu seperti serangan jantung atau stroke.
Hambatan lainnya adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia 30-an dan 40-an tahun ini cenderung mengabaikan kondisi tekanan darah tinggi yang mereka alami karena tengah berada di puncak karir atau fokus membangun keluarga.
Itulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.
Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliDengan mengamati kadar tekanan darah tinggi 579 partisipan sejak tahun 2009, peneliti dapat membagi partisipan ke dalam satu dari tiga kelompok yaitu pemilik tekanan darah normal, prehipertensif dan tekanan darah tinggi.Lalu partisipan menjalani scan MRI dan ketika hasilnya dianalisis peneliti menemukan bahwa otak partisipan yang tekanan darahnya tinggi mengalami perubahan tak sehat di frontal lobe-nya, termasuk 9 persen gray matter (jaringan dalam otak yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan informasi) yang lebih kecil dibandingkan partisipan yang tekanan darahnya normal.
Dengan kata lain otak partisipan yang berusia 33 tahun tapi bertekanan darah tinggi terlihat serupa dengan otak partisipan berusia 40 tahun yang tekanan darahnya normal.
Yang membuat studi ini penting adalah tekanan darah tinggi merupakan pembunuh tersembunyi karena penderitanya takkan merasakan gejala apapun hingga mereka mengalami kejadian tertentu seperti serangan jantung atau stroke.
Hambatan lainnya adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia 30-an dan 40-an tahun ini cenderung mengabaikan kondisi tekanan darah tinggi yang mereka alami karena tengah berada di puncak karir atau fokus membangun keluarga.
Itulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.
Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliLalu partisipan menjalani scan MRI dan ketika hasilnya dianalisis peneliti menemukan bahwa otak partisipan yang tekanan darahnya tinggi mengalami perubahan tak sehat di frontal lobe-nya, termasuk 9 persen gray matter (jaringan dalam otak yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan informasi) yang lebih kecil dibandingkan partisipan yang tekanan darahnya normal.Dengan kata lain otak partisipan yang berusia 33 tahun tapi bertekanan darah tinggi terlihat serupa dengan otak partisipan berusia 40 tahun yang tekanan darahnya normal.
Yang membuat studi ini penting adalah tekanan darah tinggi merupakan pembunuh tersembunyi karena penderitanya takkan merasakan gejala apapun hingga mereka mengalami kejadian tertentu seperti serangan jantung atau stroke.
Hambatan lainnya adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia 30-an dan 40-an tahun ini cenderung mengabaikan kondisi tekanan darah tinggi yang mereka alami karena tengah berada di puncak karir atau fokus membangun keluarga.
Itulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.
Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliDengan kata lain otak partisipan yang berusia 33 tahun tapi bertekanan darah tinggi terlihat serupa dengan otak partisipan berusia 40 tahun yang tekanan darahnya normal.
Yang membuat studi ini penting adalah tekanan darah tinggi merupakan pembunuh tersembunyi karena penderitanya takkan merasakan gejala apapun hingga mereka mengalami kejadian tertentu seperti serangan jantung atau stroke.
Hambatan lainnya adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia 30-an dan 40-an tahun ini cenderung mengabaikan kondisi tekanan darah tinggi yang mereka alami karena tengah berada di puncak karir atau fokus membangun keluarga.
Itulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.
Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliYang membuat studi ini penting adalah tekanan darah tinggi merupakan pembunuh tersembunyi karena penderitanya takkan merasakan gejala apapun hingga mereka mengalami kejadian tertentu seperti serangan jantung atau stroke.Hambatan lainnya adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia 30-an dan 40-an tahun ini cenderung mengabaikan kondisi tekanan darah tinggi yang mereka alami karena tengah berada di puncak karir atau fokus membangun keluarga.
Itulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.
Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliHambatan lainnya adalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok usia 30-an dan 40-an tahun ini cenderung mengabaikan kondisi tekanan darah tinggi yang mereka alami karena tengah berada di puncak karir atau fokus membangun keluarga.Itulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.
Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliItulah mengapa melalui studi ini orang-orang didorong untuk rutin mengecek tekanan darah mereka, terutama ketika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, gaya hidup yang pasif atau resistensi insulin dan diabetes.Lagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya.
"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarliLagipula jangan pernah berpikir Anda terlalu muda untuk memiliki tekanan darah tinggi dan lakukan sesuatu sesegera mungkin untuk menanggulanginya."Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarli"Orang-orang bisa terus melindungi kesehatan otaknya di usia senja dengan mengetahui dan mengatasi tekanan darah tingginya sedini mungkin atau di usia muda, saat dimana Anda sebenarnya tak perlu mengkhawatirkannya," pungkas DeCarli


Hasilnya, mereka yang memiliki skor tes kognitif rendah cenderung memiliki tingkat risiko penyakit jantung 10 persen lebih tinggi.
Studi yang dilakukan oleh Charles DeCarli, profesor neurologi dan direktur Alzheimer's Disease Center di University of California Davis (USC) dan rekan-rekannya ini diyakini sebagai studi pertama yang menunjukkan bahwa orang-orang paruh baya dapat mengalami kerusakan struktur otak akibat tekanan darah tinggi karena kerusakan semacam itu biasanya hanya terjadi pada lansia yang telah mengalami penurunan kemampuan kognitif.



               http://agoebanget.blogspot.com/2011/02/kolesterol-tinggi-tingkatkan-risiko.html

No comments:

Post a Comment